Ibarat birokrasi itu kendaraan, maka ia menyebut ASN adalah bahan bakarnya. Agar pelayanan birokrasi pada masyarakat baik, maka butuh bahan bakar yang baik pula. Untuk itu ia menekankan, ASN adalah pelayan dan bukan sebagai tuan. Dalam menjalankan tugas juga mesti mematuhi aturan.
Pada momen Idulfitri ini, Ahmad Luthfi juga meminta maaf jika pada waktu kurang lebih dua bulan menjabat gubernur ada kesalahan. Apalagi ia memiliki program Ngopeni Nglakoni yang harus berkeliling 35 kabupaten dan kota di Jateng, sehingga belum banyak bertemu dengan ASN.
“Mungkin ada tutur kata dan tingkah laku kemarin-kemarin selama 2 bulan dan ada kesalahan, kami mohon maaf,” pinta Ahmad Luthfi di apel pertama yang ia pimpin secara langsung.
Selanjutnya ia menyakini ASN Pemprov Jateng sudah semakin profesional. Pada momen Idulfitri kali ini, usai ASN besilaturahmi bertemu sanak keluarga serta saudara maka lebih fresh dan bisa kembali bekerja dengan lebih baik lagi. Ahmad Luthfi menyebut ASN Jateng lebih “menyala” untuk melayani masyarakat. (rls)
