SEMARANG, Cakram.net – Gelombang investasi di Jawa Tengah saat ini sedang masif digencarkan. Tercatat pada triwulan I 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp21,848 triliun.
“Investasi di Jawa Tengah saat ini sedang galak-galaknya. Saya katakan begitu karena Jawa Tengah dari segi penanaman modal, keamanan, ketertiban perizinan semua ada, dan sudah menjadi jaminan kita. Artinya, investasi ini betul-betul menjadi hal yang sangat luar biasa sekali dalam rangka mengembangkan Jawa Tengah,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Opening Ceremony Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan Puncak Kegiatan UMKM Gayeng 2025 di Ballroom Hotel Tentrem, Kota Semarang, Senin, 5 Mei 2025.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, performa investasi triwulan I 2025 cukup memuaskan. Per 29 April 2025, tercatat realisasi investasi sudah mencapai Rp21,848 triliun. Terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp14,08 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp7,26 triliun.
Jumlah projek investasi sebanyak 20.431 dan penyerapan tenaga kerja berjumlah 97.550 pekerja atau 16,4% dari total penyerapan tenaga kerja se-Indonesia. Investasi PMA ini didominasi sektor padat karya seperti alas kaki, tekstil, sektor plastik, dan karet. Untuk PMDN investasi tertinggi pada sektor kawasan industri, perkantoran, dan sektor makanan.
“Artinya, ini harus kita pupuk dan kembangkan, sehingga Jawa Tengah bisa lebih baik dalam rangka membangun wilayah,” kata Gubernur.
