“Secara geografis, Jawa Tengah itu adalah sentral atau pusat, maka secara tidak langsung Jawa Barat, Jawa Timur, DKI punya kontribusi untuk membesarkan Central of Java,” katanya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, mengatakan, investasi menjadi salah satu pilar utama mendorong ekonomi Jawa Tengah. Tahun 2024 perekonomian Jawa Tengah tumbuh sebesar 4,95%. Di mana investasi menjadi kontributor utama dengan pangsa pasar produk domestik regional bruto sebesar 30,53% dan mencatatkan pertumbuhan 6,55%.
CJIBF dan UMKM Gayeng 2024 mencatatkan letter of intens sebesar Rp13,32 triliundan transaksi perdagangan mencapai Rp12 miliar. Pada CJIBF 2025 ini mengambil tema “Central Java Raising Connecting Heritage Business and Investment for Green and Sustainable Growth”. Tema itu dipandang relevan dalam mendukung pencapaian Asta Cita untuk mewujudkan swasembada pangan dan energi menuju ekonomi eksklusif dan berkesinambungan. (rls)
