Pemprov Jateng Gandeng UNS, Berdayakan Masyarakat Olah Eceng Gondok Jadi Bio Briket dan Paving Block

Irwan menjelaskan, potensi eceng gondok di Rawa Pening sangat besar untuk diolah dari gulma menjadi barang serbaguna. Bio briket bisa menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dikomersialisasikan untuk pemberdayaan masyarakat. Apalagi bahan baku eceng gondok di Rawa Pening melimpah, sehingga masyarakat bisa mengambilnya tanpa biaya.

“Kalau kemudian bisa diproduksi secara massal, bisa diproduksi, menjadi sumber pendapatan masyarakat di sekitar Rawa Pening,” jelasnya.

Saat ini bantuan alat pengolahan eceng gondok menjadi bio briket dan paving block masing-masing satu unit. Alat tersebut diberikan kepada masyarakat atas dukungan dari Bank Jateng. Untuk membuat satu kotak bio briket seberat 1 kilogram, dibutuhkan eceng gondok sebanyak 100 gram.

“Bio briket yang dihasilkan saat ini masih skala rumah tangga. Kalau nanti sudah bisa diproduksi secara massal, maka harganya bisa jauh lebih rendah dibandingkan bahan baku bio briket lainnya, karena bahan baku tidak berbayar, tinggal ambil dan menguntungkan untuk Rawa Pening sendiri,” ujarnya. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *