Menurutnya, pembangunan tersebut memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan akses jalur pejalan kaki bagi para petani atau kelompok tani yang mengerjakan sawah di sekitar lokasi.
“(Pengerjaan) pembangunan ini sekaligus memperbaiki satu-satunya akses menuju kompleks makam Kyai Tuksongo yang rutin digunakan untuk kegiatan budaya merti desa Grebeg Gule setiap Jumat pon bulan besar (Dzulhijah),” imbuh Hamzah.
Dia mengingatkan, TMMD Sengkuyung merupakan momentum untuk memupuk nilai-nilai gotong-royong di tengah perubahan sosial budaya saat ini. Gotong-royong adalah salah satu pilar untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan ketahanan nasional.
“Insya allah, melalui kegiatan ini kita dapat semakin mendekatkan ikhtiar kita menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera lahir dan batin,” lontarnya.
Wadan Koramil 23/Magelang Utara, selaku Koordinator TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2025, Kapten Infanteri Robertus Santoso, memaparkan TMMD kali ini akan melaksanakan kegiatan Fisik meliputi sasaran utama berupa pembangunan talud jalan makam Kyai Tuksongo dengan panjang 193 meter, tinggi 1,5 meter dan lebar atas 0,3 meter.
