Kembalikan Ekosistem Pesisir, Pemprov Jateng Mulai Galakkan “Mageri Segoro” 

“Saya ingin ini dilakukan serentak. Misal tidak bisa serentak, minimal masing-masing daerah harus punya target, dan ada laporan dari tiap stakeholder,” ujarnya, dilansir dari jatengprov.go.id.

Sebagai informasi, wilayah pesisir Jawa Tengah tersebar di 17 kabupaten/ kota dengan total garis pantai kurang lebih 971,52 Km, meliputi pantai utara sepanjang kurang lebih 645,08 Km, dan pantai selatan kurang lebih 326,44 Km. Di wilayah pesisir itu terdapat ekosistem hutan mangrove dan ekosistem hutan pantai. Pada 2024, diperkirakan luas hutan mangrove lebih dari 16.102,02 hektare.

Ketua Yayasan Kelola Lingkungan Pesisir Nusantara, Ardas Patra mengatakan, total lahan yang yang potensi ditanami mangrove di Jawa Tengah kurang lebih 44 ribu hektare. Namun, belum semua lahan tersebut ditanami.

Ardas menjelaskan, ada arahan dari Gubernur Ahmad Luthfi, jika gerakan menanam mangrove ini tidak dilakukan secara sporadis atau sendiri-sendiri. Tapi harus dilakukan secara bersama-sama.

“Arahan dari Pak Gubernur tadi, tidak boleh dilakukan secara sporadis. Butuh kolaborasi berbagai macam pemangku kepentingan. Harus disiapkan aktivitas lain bagi masyarakat atau kelompok masyarakat yang merawat mangrove, seperti diberikan ikan dan lainnya. Ini yang harus digarap melalui kerja-kerja kombinasi pemerintah dan masyarakat, juga stakeholder terkait,” jelasnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *