Dubes Tiongkok Kunjungi Sangiran, Perkuat Kerja Sama Sains-Pariwisata

“Seperti peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam hal penelitian, untuk konservasi di culture heritage-nya,” lanjut Marlia.

Sebagai informasi Pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama dengan China, khususnya antara Museum Sangiran dan situs Zhoukoudian di China. Keduanya sama-sama merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Kerja sama itu untuk mengembangkan kedua situs tersebut, termasuk penelitian, pendidikan, dan promosi pariwisata.

“Tentunya kami adalah bagian dari museum dan cagar budaya di bawah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, kami akan mempererat hubungan itu dengan kerja sama baik di bidang penelitian, maupun konservasi untuk cagar budaya. Karena yang sudah ada juga disampaikan dengan galeri Nasional Indonesia, sehingga ke depannya bisa dengan museum Manusia Purba Sangiran,” kata Marlia.

Pada kesempatan sama, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mengatakan, Pemkab Sragen sangat senang dengan kunjungan Dubes Tiongkok ke Sangiran. “Beliau sangat terkesan dengan situs Sangiran, situs di manusia purba ditemukan, dan di sini kita bisa melacak sejarah manusia dari beberapa periode,” ujar bupati.

Dia menjelaskan, saat ini Kabupaten Sragen memang sedang memprioritaskan Sangiran, agar memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal peradaban manusia.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *