Kinerja Fisik Pemkot Yogyakarta Tertinggi di DIY, Optimis Capai Target Akhir Tahun 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap perangkat daerah tidak berpuas diri dengan capaian kinerja pada triwulan II 2025. Namun terus melakukan refleksi dan monitoring evaluasi terhadap dampak program kepada masyarakat. Sultan mengingatkan setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Hasil kinerja perangkat daerah diekpose kepada publik melalui rakordal per triwulan sebagai bukti akuntabilitas kinerja pemda,” ujar Sultan.

Rakordal kali ini mengangkat tema Penguatan Ketahanan Pangan di DIY melalui Transformasi dan Optimalisasi Lumbung Mataraman. Sultan memaparkan permasalahan ketahanan pangan di DIY saat ini diantaranya soal ragam konsumsi pangan bergizi seimbang dan aman, terjadi food loss yang berdampak pada sampah organik, serta tekanan sektor pertanian karena alih fungsi lahan, tingkat kesejahteraan petani, keterbatasan regenerasi petani dan kelembagaan pertanian. Untuk itu Pemda DIY bersama kabupaten kota dan masyarakat dan stakeholder berupaya mendukungnya dengan program Lumbung Mataraman.

“Konsep Lumbung Mataraman bukan bangunan fisik gudang penyimpan, melainkan lumbung pangan hidup yang berbasis dari rumah tangga dan kelompok tani. Lumbung ini mengusunh filosofi Jawa Nandur Opo Sing Dipangan, Mangan Opo Sing Ditandur. Program mengkombinasikan sistem pertanian dan peternakan,” tutur Sultan.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengapresiasi kinerja Pemda DIY dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan daerah dalam Rakordal DIY Triwulan II Tahun 2025. Andi menilai DIY termasuk provinsi yang memiliki ketahanan pangan yang baik dan kontribusi signifikan terhadap sektor pangan nasional. Kontribusi sektor pangan terhadap Produk Domestik Bruto di DIY mencapai sekitar 14 persen atau di atas nasional.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *