“Salatiga bukan sekadar kota kecil. Ini adalah kota yang mampu menghadirkan semangat global dengan wajah yang ramah dan bersahaja,” ucap Robby.
Dengan festival itu, Salatiga kembali menunjukkan jati dirinya sebagai kota yang tak hanya damai dan toleran, tetapi juga terbuka dan mampu menjadi tuan rumah bagi dialog lintas bangsa.
“Kehadiran Bapak Dino Patti Djalal, tokoh inspiratif kebijakan luar negeri Indonesia, tentu menjadi kehormatan besar bagi Salatiga. Acara itu bukan sekadar perayaan, tapi juga langkah awal menuju kolaborasi regional yang lebih erat,” tambahnya.
Pendiri FPCI yang juga mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI dan Duta Besar RI untuk AS, Dr Dino Patti Djalal, juga menyampaikan kekagumannya pada Salatiga, khususnya UKSW.
“Saya terkesan dengan UKSW. Proporsi mahasiswa dari Jawa dan luar Jawa yang seimbang di sini, mencerminkan wajah Indonesia sesungguhnya. Salatiga benar-benar kota dengan semangat kebhinekaan yang nyata,” ujar Dino.
