Wujudkan Kota Bebas Sampah, Wali Kota Yogyakarta Pimpin Aksi Serentak Bersihkan Sungai

Ribuan peserta ini tampak kompak dan penuh semangat turun langsung ke bantaran sungai. Dengan mengenakan perlengkapan kerja bakti seperti sepatu boot, sarung tangan, dan alat pembersih, mereka secara bergotong-royong membersihkan tumpukan sampah, ranting pohon yang mengendap di dasar sungai.

Hasto mengatakan dalam bersih-bersih sungai ini banyak ditemukan sampah anorganik seperti bungkus plastik, kardus bekas, serta sampah residu seperti popok bayi dan pembalut. Sampah hasil aksi ini lantas dimasukkan ke dalam kantong plastik atau trashbag.

Kemudian kantong plastik tersebut akan dibawa oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakartaa ke Unit Pengelolaan Sampah (UPS). “Kami memaksimalkan delapan unit mesin insinerator pada UPS milik Pemkot Yogyakarta,” ujar Hasto, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Senin 7 Juli 2025.

Pada kesempatan itu, Hasto menekankan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan dalam pengelolaan sampah, terutama dalam membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi sampah dari sumbernya.

“Yang terpenting adalah mengubah perilaku masyarakat dalam membuang sampah. Karena masalah kebersihan lingkungan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan warga secara umum,” ujarnya.

Hasto berharap dengan aksi bersih sungai ini dapat menggugah kesadaran semua pihak agar tidak membuang sampahnya sembarangan terumata membuang sampahnya ke sungai.

“Kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat berdampak buruk terhadap berbagai hal. Kebiasaan buruk ini harus dihilangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono untuk mendukung sungai di Kota Yogyakarta bebas dari sampah, di sepanjang tahun 2025 ini pihaknya akan memangsankan sembilan trash barrier.

“Pada anggaran murni 2025 kami telah memangsangkan empat trash barrier yakni dua di Sungai Code dan dua di Sungai Winongo. Sementara pada anggaran perubahan juga akan ditambah tiga trash barrier di Sungai Gajahwong, dan masing-maaing satu unit di Sungai Code dan Sungai Winongo satu unit. Jadi totalnya sembilan trash barrier,” imbuhnya.

Meski begitu Agus tetap mendorong peran aktif dari masyarakat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kunci sukses Kota Yogyakarta bebas dari sampah. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *