3.057 Anak SD di Yogyakarta Ikuti Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dokter Piprim Basarah Yanuarso menuturkan, seminar dan workshop yang digelar mengambil beragam topik mulai dari penyakit jantung bawaan dan didapat, manajemen jangka panjang, penyakit jantung disebabkan obesitas dan mal nutrisi hingga peran teknologi AI dalam dunia kedokteran.

“IDAI berkomitmen untuk menurunkan angka morbiditas atau penyakit dan mortalitas atau kematian anak-anak di Indonesia, yang sampai hari ini masih cukup tinggi khususnya disebabkan karena penyakit jantung bawaan maupun didapat oleh anak,” tuturnya.

Menurutnya, PR Indonesia di bidang kesehatan anak masih banyak, sehingga kolaborasi berbagai pihak sangat penting untuk dilakukan. Tidak hanya dari segi penyiapan dokter spesialis anak maupun konsultan kardiologi anak, serta tenaga medis lainnya tapi juga pada sisi kebijakan.

Sementara itu, Ketua Panitia 13th Pediatric Cardiology Update, Profesor Indah Kartika Murni mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 204 peserta dari Aceh sampai Papua. Di mana 68 persennya adalah perempuan dan 70 persen merupakan doker spesialis anak, sementara yang lain ialah dokter umum, peserta didik spesialis dan sub spesialis serta tenaga kesehatan lain.

“Keberagaman latar belakang dan semakin bertambahnya partisipasi perempuan menunjukkan semangat bersama yang luar biasa, bagaimana kita punya tujuan yang sama untuk meningkatkan pelayanan dan pengetahuan demi kesehatan jantung anak Indonesia,” katanya. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *