Edy menyampaikan, untuk memperbaiki kerusakan daerah irigasi membutuhkan anggaran cukup besar.
“Alhamdullilah ini ada program dari Presiden kerja sama antara kementerian PU dan Kementerian Pertanian. Jadi nanti pembangunannya linier, di mana ada waduk, akan dibangun saluran primer, sekunder nyambung ke irigasi tersier,” ujarnya.
Diharapkan ke depan pembangunan pada titik yang terkoneksi antar infrastruktur irigasi. Karena selama ini daerah irigasi dibagun di wilayah A, sedangkan irigasi tersier di wilayah B. “Sehingga tidak nyambung kan percuma, pengairan pertanian tidak maksimal,” ungkapnya.
Lebih lanjut Edy mengatakan, sejauh ini pemerintah telah memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk kelompok tani untuk menaikkan luas tambah tanam (LTT). Adanya bantuan Alsintan ini targetnya untuk percepatan tanam.
“Kita kemarin dibantu 21 unit alsintan. Tapi target LTT kita ditambah 1.000 hektare dari target setahun 41.000 hektare,” ujarnya.
