“Keren kan modelnya, Produknya ini dijual dalam dolar. Modalnya hanya Rp30 ribu, tapi bisa dijual sampai 15 dolar. Bahkan minggu lalu sudah ada yang dipesan dari Amerika,” ujarnya.
Menurut sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini, produk yang dipamerkan oleh Deskranada Kabupaten Semarang itu membuktikan, kreativitas anak muda bisa jadi modal besar untuk bersaing di pasar global.
“Harganya dianggap murah, jadi justru menarik. Produk yang sederhana dari kampung pun bisa diminati (mancanegara),” katanya.
Gus Yasin berharap pameran ini tak sekadar ajang jual beli, tapi juga ruang belajar bagi generasi muda yang terlibat.
“Ini bisa menjadi ruang belajar untuk anak-anak, sekaligus pengalaman berharga buat mereka. Anggap saja sebagai pembekalan sebelum terjun ke dunia kerja atau bisnis,” ucapnya.
