“Setiap kepala dapur MBG bermitra langsung dengan sekolah di wilayah kerja SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi_red) masing-masing. Dinas hanya mendampingi dan memastikan seluruh proses sesuai prosedur,” tambahnya.
Hingga kini, program MBG di Temanggung dilayani oleh 25 SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan, dengan jumlah penerima di setiap SPPG berbeda, tergantung cakupan wilayah.
Agus menambahkan, idealnya dibutuhkan sekitar 50 hingga 56 dapur untuk melayani seluruh siswa di Temanggung, jika program MBG terus diperluas ke semua jenjang.
“Saat ini, program ini masih akan berkembang secara bertahap menyesuaikan dengan kebijakan pusat dan kesiapan di lapangan,” pungkasnya. (*)
Halaman: 1 2
