Sumarno menjelaskan, Jawa Tengah juga memiliki 13 sumber daya genetik ternak lokal, antara lain itik Pengging Soloan, ayam Lingnan Maron, domba Sakub, domba Batur, dan kambing Kaligesing. Jenis-jenis ternak tersebut tidak hanya unggul dari sisi kesehatan dan produksi protein, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
Disamping itu, Jateng juga memiliki Balai Inseminasi Buatan (BIB) yang mampu memproduksi benih ternak unggulan.
“Yang kedua, baik pertanian maupun peternakan harus dipastikan dari sisi hilir. Hasil-hasilnya harus memberi jaminan kesejahteraan bagi petani dan peternak,” imbuh Sumarno.
Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, drh Hendra Wibawa, mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia menyebut, Jawa Tengah sebagai penyumbang kebutuhan protein nomor dua di Indonesia.
“Jawa Tengah adalah provinsi kedua secara nasional yang menyumbang kebutuhan protein, terutama bagaimana dalam rangka mencukupi produk peternakan dari sapi, kambing, domba, serta unggas. Kita sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Dinas Peternakan bersama Pemprov Jateng, dalam meningkatkan produktivitas,” paparnya.
