Yunita mengatakan, peran dari Fakultas Kedokteran Undip yang turun ke lapangan dengan melibatkan ahli dari Inggris itu, akan sangat membantu Dinas Kesehatan. Sebab, bukti-bukti yang diperoleh di lapangan, bisa menjadi dasar dalam mengatasi persoalan tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengapresiasi langkah Fakultas Kedokteran Undip untuk membantu menurunkan angka kematian ibu dan anak. Upaya itu merupakan sumbangsih nyata bagi Jawa Tengah.
Disampaikan, program dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dia gagas bersama Wagub Taj Yasin, hingga kini sudah berjalan bagus, namun masih ada kendala kurangnya dokter spesialis. “Makanya saya minta bantuan universitas yang punya dokter spesialis untuk turun,” bebernya.
Dekan Fakultas Kedokteran Undip, Yan Wisnu Prajoko mengatakan, kunjungannya ke Kantor Gubernur itu untuk melaporkan upaya-upaya yang dilakukan, dalam memperbaiki atau menurunkan angka kematian ibu dan anak secara optimal.
Tiga hari lalu, kata dia, tim dari Fakultas Kedokteran Undip telah melakukan penelitian dan pengamatan di Kabupaten Brebes, berkaitan dengan sumber daya manusia, tenaga kesehatan, fasilitas, kecepatan respons darurat, dan lainnya.
“Kita akan berputar, tidak hanya di Brebes, tetapi juga di kabupaten lain berdasarkan masukan dari Dinas Kesehatan. Setiap daerah itu punya problematika sendiri-sendiri. Maka dari itu, kami dari akademisi akan turun mencari problematika spesifik tersebut, dan mencoba mencari jalan keluarnya,” jelasnya, seusai bertemu Ahmad Luthfi.
Wisnu juga menyampaikan dukungan Fakultas Kedokteran Undip untuk program Speling yang digagas Ahmad Luthfi. Pihaknya akan mengidentifikasi ulang seluruh dokter spesialis atau calon dokter spesialis yang dimiliki Undip, untuk diterjunkan ke lapangan.
“Dokter Spesialis maupun calon spesialis yang sudah siap turun ke lapangan akan kami identifikasi, dan kita lakukan semacam KKN tematik. Itu kita sebar ke daerah-daerah,” tandasnya. (*)
