Dewan Pendidikan Dorong Pemkab Semarang Penuhi Sarpras dan Tenaga Pendidik bagi Siswa Inklusi

“Harapan kami pemerintah daerah memperhatikan anak-anak berkebutuhan khusus. Kami mohon kepada bupati mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk pembangunan ruang kelas baru untuk kelas inklusi, termasuk pemenuhan tenaga pendidik, termasuk pendampingan dari psikolog,” ujarnya.

Plt Kepala SDN Susukan 04, Agus Wijayanto mengungkapkan, kegiatan belajar mengajar anak-anak inklusi di sekolahnya dibagi dua sesi, yakni siswa kelas bawah dan kelas tingg. Siswa kelas bawah adalah siswa kelas 1-3, sedangkan kelas tinggi yakni siswa kelas IV-VI.

“Pembelajaran dimulai pukul 07.00-10.00 WIB untuk anak-anak inklusi kelas bawah. Setelah itu baru kelas tinggi,” bebernya.

Agus mengakui, sarana prasarana pembelajaran untuk anak inklusi masih kurang memadai. “Harapan kami dari pemda bisa membangun gedung baru untuk siswa inklusi, setidaknya butuh dua ruang kelas baru untuk kelas bawah dan kelas tinggi,” pintanya.

Kata Agus, di sekolahnya juga tidak memiliki guru pendamping khusus anak-anak inklusi. Dia juga berharap kekurangan guru pendamping anak-anak inklusi bisa dipenuhi.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *