Menurutnya, kalau semua RT dan RW serta kepala desa dan lurah menghidupkan Poskamling, maka kemungkinan besar masing-masing kabupaten/ kota sudah bisa mandiri. Sebab ketertiban dan keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab TNI dan Polri, melainkan juga keikutsertaan pemerintah dan masyarakat.
“Kekuatan Jawa Tengah itu adalah adanya kerukunan bersama-sama,” ucap Luthfi.
Warga Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Hartoto menyatakan, Siskamling di wilayahnya selama ini selalu aktif, dengan menggerakkan Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas). Setiap malam, dijadwalkan ronda jaga oleh warga. Bahkan, setiap akhir pekan banyak warga yang berkumpul berbincang santai di Poskamling tersebut.
“Jadi sudah menjadi rutinitas di sini. Kalau malam Minggu atau hari libur lebih banyak yang jaga,” ucapnya.
Setali tiga uang, Lurah Muktiharjo Kidul, Sofia Ernawati, mengatakan Poskamling di wilayah kelurahannya teleh diefektifkan, sebagai sistem pengamanan wilayah. Apalagi Muktiharjo Kidul merupakan wilayah yang cukup besar. Total ada sebanyak 218 Poskamling yang tersebar di setiap RT.
