Pemkot Yogyakarta Tata Seni Jalanan, Pengamen Malioboro Harus Berkualitas

“Saya melihat musisi jalanan itu keren. Mereka bisa menjadi sumber inspirasi dan hiburan. Kalau diarahkan dengan baik, musisi jalanan justru bisa mengangkat citra sebuah kota. Dan untuk Malioboro, kita ingin kualitasnya benar-benar istimewa,” tambah Hasto, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Senin 29 September 2025.

Dengan adanya kompetisi dan perhatian khusus dari pemerintah, diharapkan musisi jalanan Jogja, khususnya yang tampil di Malioboro, semakin memiliki wadah untuk berkembang dan meningkatkan kualitas diri.

“Kami ingin Malioboro tidak hanya dikenal karena suasana belanjanya, tetapi juga karena kualitas seni jalanannya yang unik dan berbeda,” pungkas Hasto.

Sementata itu, Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo mengatakan lomba ini diikitu 30 musisi jalanan dari berbagai daerah di DIY dan Jawa Tengah. Terbaik pertama yang menjuarai lomba ini akan mewakili DIY untuk berkompetisi di tingkat nasional.

“Lomba Ngamen Musisi Jalanan Piala Panglima TNI ini digelar sekaligus untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia Tahun 2025,” katanya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *