Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, perkembangan sejumlah kawasan industri di Jawa Tengah juga terus meningkat. Sehingga, harus segera menyiapkan seluruh infrastruktur pendukungnya. Salah satunya, infrastruktur untuk logistik seperti pelabuhan.
Oleh karenanya, Luthfi terus mendorong agar pengembangan Tanjung Emas dipercepat dalam waktu satu tahun ini.
“Sebelum APKB datang ke sini, kami sudah ambil langkah. Pelabuhan Tanjung Emas sudah di-acc menjadi pelabuhan curah, sedangkan untuk peti kemas masih dalam proses. Dryport di Batang juga sudah siap untuk mendukung aktivitas di KITB (Kawasan Industri Terpadu Batang),” bebernya.
Sebagai informasi, sektor terbesar yang menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Tengah adalah industri pengolahan. Pada triwulan II tahun 2025, kontribusinya sebesar 33,34% dari total PDRB. Sementara kinerja ekspor nonmigas Jawa Tengah pada 2024 terdapat surplus neraca perdagangan sebesar 2,92 miliar dolar AS, sehingga menyumbang surplus pada neraca perdagangan nasional.
Secara month-to-month, ekspor nonmigas pada Juli 2025 meningkat 17,84% bila dibandingkan Juni 2025. Dari sebesar 1,01 miliar dolar AS pada Juni 2025 menjadi 1.19 miliar dolar AS pada Juli 2025. Demikian pula impor, meningkat 20,36%, dari sebesar 685,72 juta dolar AS pada Juni 2025, menjadi 825,35 juta dolar AS pada Juli 2025. (*)
