Ditambahkan, SPAM di desa tersebut sangat bisa dioptimalkan dengan potensi 30 meter kubik air, dari sumber mata air yang ada. “Air dari SPAM sudah bisa dialirkan ke masing-masing rumah warga,” ucap Hanung.
Pada 2025, bantuan SPAM sudah mencapai 24 titik yang menyebar di seluruh Jawa Tengah. Sedangkan anggaran perubahan akan ditambah lagi 6 titik. “Jadi, di tahun 2025, total nantinya akan ada 30 titik SPAM yang kita bangun di desa yang membutuhkan,” tandasnya. (*)
