“Dengan dilakukan upgrading ini, enam pompa yang ada di Tenggang dan lima pompa di Sringin, bisa aktif semuanya. Jadi tidak tidak ada on off-nya, begitu,” ujarnya.
Adapun antisipasi supaya banjir tidak meluas, kata Bergas, saat ini semua itu tidak terlepas dari kemampuan pompa. Saat ini pompa sudah bekerja, hanya memang ini perlu menunggu, termasuk juga tergantung pada cuaca.
Menurut Bergas, persoalan mendasar banjir tahunan di Kota Semarang atau wilayah daerah cekungan, yakni terletak pada kapasitas pompa yang belum maksimal. Dia menyebut, proses peningkatan kapasitas mesin oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sedang dilakukan sebagai solusi jangka panjang, agar sistem pompa bisa beroperasi optimal.
Selain di Semarang, BPBD Jateng juga memantau banjir di Grobogan dan Demak, serta beberapa kejadian tanah longsor akibat hujan lebat di wilayah Jawa Tengah bagian timur.
Bergas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghadapi masa peralihan musim dari kemarau ke hujan. Tentunya, ada akan tanda-tanda alam yang berkaitan dengan cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, dan angin kencang.
