Damar juga menyoroti agar kebijakan ekonomi dipandang secara universal dan komperehensif. Pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan antara supply dan demand melalui kebijakan yang tepat dan berbasis data.
“Tujuan dari semua ini adalah pergerakan pertumbuhan ekonomi yang ada di suatu bangsa,” tuturnya.
Kemandirian ekonomi, lanjut Damar, harus menjadi prioritas utama pembangunan nasional. Maka diperlukan kemauan untuk menggeser posisi dari sekedar konsumen menjadi produsen yang berdaya saing dengan mengoptimalkan keunggulan lokal.
Sementara itu, Rektor Universitas Tidar Profesor Sugiyarto mengatakan, tantangan yang dihadapi dunia saat ini seperti perubahan iklim, disrupsi teknologi, dan kesenjangan sosial ekonomi, menuntut berbagai pihak untuk solusi yang inovatif, kolaboratif, serta berkelanjutan.
“Untuk itu, Universitas Tidar berkomitmen untuk menghadirkan ruang diskusi yang inklusif, mendorong lahirnya gagasan inovatif, dan membangun sinergi nyata antar perguruan tinggi, pemerintah, industri, serta masyarakat,” jelasnya. (rls)
