Jalur Panusupan Putus Akibat Tanah Amblas, Pemkab Purbalingga Siapkan Skema Perbaikan Bertahap

Wabup juga menyampaikan bahwa untuk jangka panjang diperlukan penanganan yang lebih komprehensif, termasuk pembangunan saluran irigasi di tengah area persawahan. Langkah ini diharapkan dapat mengalihkan aliran air yang selama ini mengalir di tepi jalan, sehingga tidak lagi menggerus pondasi jalan saat hujan deras.

“Perbaikan jalan dan tanah amblas ini memerlukan perencanaan matang dan bertahap. Hasil pengecekan dan koordinasi hari ini akan kami sampaikan ke Mas Bupati agar bisa dimasukkan dalam prioritas anggaran pada tahun-tahun mendatang,” tambah Wabup Dimas.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Purbalingga Prayitno, menjelaskan pihaknya bersama masyarakat akan melakukan kerja bakti darurat untuk membuka akses jalan. Sekitar 400 warga dikerahkan untuk membantu penanganan awal.

“Kami siapkan kawat untuk mengangkut batu dan menutup bagian jalan yang amblas. Diperkirakan dalam 5-6 hari akan rampung, dan besok jalan sudah bisa dilalui. Lubang besar di jalan juga akan kami sekat dan tutup dengan semen agar tidak ada air yang masuk dan memicu longsor susulan,” jelas Prayitno.

Menutup kunjungannya, Wabup Dimas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama menghadapi musim hujan dengan curah tinggi dan angin kencang yang diprediksi berlangsung hingga Februari 2026.

“Saya mengingatkan seluruh warga Purbalingga, terutama di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada dan menghindari area berisiko saat hujan lebat,” pesan Wabup Dimas. (rls)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *