Sementara itu, Bupati Semarang mengucapkan terima kasih kepada Sido Muncul yang telah membantu pemerintah daerah dalam penanganan stunting. “Tidak hanya stunting, tapi juga ada bantuan lain dari Sido Muncul untuk meringankan beban pemerintah daerah seperti bantuan kemanusiaan, bencana,” ungkapnya.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan, angka stunting di Kabupaten Semarang tahun lalu ada sekitar 3.600 kasus. Saat ini kasus stunting turun 1.835 anak atau 3,09 persen.
“Adanya bantuan dari Sido Muncul turut membantu menurunkan kasus stunting di Kabupaten Semarang. Kita terus berupaya menurunkan angka stunting, target kami bisa zero stunting,” katanya.
Ditanya soal strategi menurunkan stunting, Bupati menjelaskan Pemkab Semarang memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menghindari pernikahan dini. Selain itu, mengedukasi ibu hamil agar melakukan pemeriksaan rutin ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat.
“Ibu hamil harus mengonsumsi makanan bergizi, salah satunya asupan protein seperti telur, ikan dan minum susu. Dari pemerintah daerah ada program pemberian makanan tambahan untuk anak-anak,” ungkapnya. (rbd)
