Dua daerah terdampak tersebut, terang Luthfi, menjadi prioritas penanganan Pemprov Jateng, karena merupakan pusat konektivitas, serta tempat bergeraknya barang dan orang.
“Yang terdampak memang beberapa kabupaten, tapi yang paling parah, yang menjadi atensi kita adalah wilayah Sayung, dalam hal ini pabrik Polytron Demak, dan wilayah Genuk dan sekitarnya,” ungkap gubernur.
Sementara, Kepala BPBD yang juga Ketua Satgas Pompanisasi Jawa Tengah, Bergas C Penaggungan mengatakan, intensitas hujan sedang hingga tinggi dalam dua hari terakhir, mempengaruhi penanganan banjir.
Dia menilai, solusi tercepat adalah mengoptimalkan fungsi pompa. Oleh sebab itu, tim khusus untuk memanajeman fungsi pompa air dibutuhkan untuk mempercepat penanganan banjir di Semarang dan Demak.
“Kalau bicara pompa, maka butuh efektivitas. Artinya manajeman pompa ini harus ada, kalau nggak ada manajemen pompa, maka khawatirnya nanti pompanya banyak, tapi gak maksimal,” beber Bergas.
