SEMARANG, Cakram.net – Untuk mengendalikan curah hujan serta meminimalisasi risiko banjir di seluruh kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berupaya memperluas jangkauan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penangguhan menilai, penggunaan TMC cukup efektif untuk meminimalisir risiko banjir di daerah rawan. Di sisi lain, berkat modifikasi cuaca selama lima hari ini, banjir di wilayah Semarang dan Demak juga mulai surut.
“Ini efektif dalam arti begini, kami biasanya ada laporan suatu peristiwa kejadian di semua tempat. Kalau ini gak banyak, tidak semua tempat terjadi bencana, seandainya bencana juga kategorinya hanya di lokal saja,” ujar dia, dilansir dari jatengprov.go.id, Kamis 30 Oktober 2025.
Dikatakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam waktu dekat akan menambah satu pesawat modifikasi cuaca. Pasalnya, saat ini hanya satu unit pesawat yang beroperasi khusus di wilayah Pantura, seperti Semarang dan Demak.
Dengan tambahan satu unit pesawat, objek cakupan modifikasi cuaca bisa diperluas di wilayah Solo Raya maupun Jateng bagian selatan. Sehingga, risiko banjir di seluruh Jawa Tengah bisa dimitigasi.
