Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menjelaskan Hari Santri Nasional diperingati dengan ragam kegiatan salah satunya Reresik Pondok Pesantren, sebagai bentuk sinergi untuk menyelesaikan persoalan sampah bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kegiatan hari ini dilakukan di lima titik yaitu PP Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Timoho Minhajut Tamyiz, Al Barokah, Bener dan Al Islam. Ini jadi bentuk bagaimana lintas sektor dan semua lapisan masyarakat yang heterogen bersama-sama menyukseskan gerakan Mas JOS untuk menangani sampah di Kota Yogyakarta,” jelasnya.
Perwakilan Pengurus PP Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien, Minan Nurrohman, mengatakan pemilahan sampah anorganik, organik dan residu sudah dilakukan. Namun memang sampah organik yang sejauh ini belum dapat dikelola dengan optimal.
“Kami sudah mendapatkan edukasi melalui gerakan Mas JOS ini, terutama soal pengelolaan sampah organik, karena ternyata tidak semua sisa makanan bisa masuk ke biopori, ada pemilahan lagi karena sisa makanan berlemak, berminyak, mengandung tulang dapat menghambat proses penguraian dan menimbulkan bau tidak sedap,” katanya.
Minan menambahkan, PP Kotagede Hidayatul Mubtadi-ien berkomitmen untuk terus menjaga kebersihan dan mengoptimalkan pengelolaan sampah. Begitu juga bersama Pemkot, Kemenag dan masyarakat sekitar dalam gerakan Mas JOS. (*)
