Fatayat NU Jateng Gelar Pelatihan Daiyah Berperspektif Kesetaraan

SEMARANG, Cakram.net – Perkembangan dunia dakwah di era digital memunculkan banyak Dai dan Daiyah di ruang publik.

Fatayat NU Jawa Tengah tentu harus mengambil peran di dalamnya, untuk memastikan dakwah yang hadir di masyarakat tetap kondusif, tidak provokatif, serta mengedepankan semangat kesetaraan gender.

Atas dasar itu, PW Fatayat NU Jateng menggelar Pelatihan Daiyah Berperspektif Kesetaraan di Aula PWNU Jawa Tengah, Semarang, Minggu, 23 November 2025.

Ketua PW Fatayat NU Jateng, Tazkiyyatul Muthmainnah mengatakan, Fatayat NU memiliki dua peran besar yakni sebagai organisasi kader dan organisasi dakwah.

Karena itu, kader perempuan perlu memiliki kemampuan berdakwah yang relevan dengan tuntutan zaman.

“Berdakwah hari ini lebih mudah karena tidak harus menunggu undangan ke panggung besar. Namun pada saat yang sama, menjadi lebih sulit karena ruang digital menuntut kecermatan, kepekaan, dan pertanggungjawaban,” ujar Iin panggilan akrab Tazkiyyatul Muthmainnah

Iin yang juga menjabat sebagai Wakil Walikota Tegal menilai perspektif kesetaraan menjadi penting karena sebagian konten dakwah yang beredar di masyarakat masih bias gender. Ia menyebut masih banyak dai dan daiyah yang menggunakan bahasa merendahkan perempuan atau menjadikan perempuan sebagai objek dakwah.

“Masih kita temukan konten dakwah yang seksis, menyalahkan perempuan, atau menggunakan perempuan sebagai komoditas retorika. Ini bukan spirit dakwah rahmatan lil ‘alamin,” kata Iin

“Karena itu, dai dan daiyah harus menambah referensi dan wawasan, termasuk dari kitab-kitab yang sensitif gender.” sambungnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *