Hasto menekankan dua hal yang menurutnya menjadi kunci menghadapi tantangan masa depan yaitu peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan.
“Anak muda harus punya skill, kerja keras, dan memberdayakan perempuan agar tetap mandiri. Bisa bekerja dan menciptakan lapangan kerja, punya kemandirian finansial di usia 50 tahun,” pungkasnya.
Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), Sandya Yudha, menegaskan pembekalan bagi calon wisudawan ini penting untuk memperluas perspektif mereka sebelum memasuki dunia kerja.
“Kami ingin para lulusan UGM memahami bahwa kompetensi teknis saja tidak cukup. Mereka perlu membangun karakter, etika, dan kepekaan sosial agar mampu berkontribusi nyata di masyarakat,” ujarnya. (*)
