YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Responsible Borneo sedang merencanakan dan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan riset pariwisata berkelanjutan di Kota Yogyakarta. Kerjasama ini diumumkan dalam kegiatan Benchmarking Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (FEB UGM) yang diselenggarakan di Ruang Yudhistira, Balai Kota Yogyakarta, Kamis 20 November 2025.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menyampaikan, pariwisata Yogyakarta pada tahun 2025 masih menunjukkan tren penurunan kunjungan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Turis kita di tahun 2025 belum menunjukkan adanya peningkatan, terutama turis asing. Dari angka-angka yang kita lihat, baik domestik maupun mancanegara mengalami penurunan,” ujarnya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id.
Menurut Hasto, kerjasama riset dengan FEB UGM serta para ahli Internasional, termasuk dari Sarawak dan Malaysia, menjadi langkah strategis untuk menganalisis faktor penentu peningkatan wisatawan. “Kita ingin mencari determinant factor, apa saja yang bisa menjadi penentu untuk menaikkan jumlah turis ke depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan, pentingnya mengevaluasi efektivitas event dan festival sebagai kekuatan Yogyakarta sebagai City of Festival.
