Sementara itu, Resource Mobilization and Partnership Manager ChildFund International Indonesia, Rudy Sukanto mengatakan, program perlindungan anak, internet aman, hingga Green Economy Recovery, diharapkan mampu menjangkau 5.000-10.000 orang.
Dijelaskan, program tersebut akan diberikan sesuai dengan kelompok umur. Pertama, dari usia 0-6 tahun akan fokus tentang parenting, pendidikan anak usia dini (PAUD), dan lain-lain. Kedua, pada usia 7-14 tahun dikenalkan dengan pendidikan dasar, keterampilan, pembelajaran sosial emosional.
“Nah, yang program di pertanian itu pada usia 15-24 tahun. Kami masuk melalui kelompok-kelompok pemuda yang ada di pedesaan, seperti Karang Taruna, dan lainnya,” tutur Rudy.
Pihaknya juga akan mengupayakan pelibatan lintas sektor. Termasuk, Dinas Pertanian, dan Dinas Sosial di kabupaten/ kota, organisasi seperti Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS), Yayasan Keluarga Sejahtera Boyolali (YKSB), serta para orang tua. (*)
