Untuk memperluas edukasi, Damar mendorong supaya mengaktifkan berbagai grup WhatsApp di tingkat masyarakat sebagai sarana literasi HAM. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa tindakan yang dianggap wajar dalam kehidupan sehari-hari justru dapat melanggar HAM.
Damar mengapresiasi atas kolaborasi antara Pemkot Magelang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) dengan Kementerian HAM. Ini sebagai wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah dalam penguatan kapasitas HAM.
Staf Khusus Menteri HAM Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Internasional Stanislaus Wena menyoroti tantangan baru kekerasan terhadap perempuan dan anak di era digital. Termasuk ancaman penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). “Kekerasan verbal terhadap perempuan, kini banyak muncul dalam bentuk ancaman foto atau konten yang dimanipulasi dengan AI,” ungkapnya.
Menurutnya, membangun kesadaran HAM merupakan pekerjaan jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. (rls)
