Total tenaga kerja yang terlibat dalam program ini sebanyak 184 orang. Setiap lokasi melibatkan 23 orang, terdiri satu orang kepala tukang (diampu oleh dinas setempat), 4 orang tukang, dan 18 orang pekerja.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih memastikan kesiapan pelaksanaan program padat karya yang bertujuan untuk menanggulangi inflasi, saat meninjau langsung lokasi calon padat karya di Kelurahan Songbanyu dan Semugih. Saat tinjauan, bupati didampingi Kepala Dinas, Panewu, Lurah, dan Kepala BPJS.
Bupati mengatakan, program padat karya adalah amanat dari pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasi inflasi. Sehingga pelaksanaannya harus dipastikan berjalan on time, on procedure, dan on performance, agar hasilnya bagus, waktunya tepat, dan prosedurnya baik.
Bupati menjelaskan, program ini menyediakan honor bagi warga yang tidak bekerja atau menganggur, serta bagi mereka yang telah selesai bekerja di sawah ladang mereka. “Tenaga kerja ini nanti ada honornya, maka bagi warga masyarakat yang tidak bekerja atau menganggur dan sudah selesai bekerja di sawah ladangnya untuk bisa mendapatkan hasil dengan membangun jalan sendiri, dinikmati sendiri, dan ada honornya untuk penguatan ekonomi bagi para tenaga kerjanya sehingga bisa menjaga inflasi,” jelasnya.
Bupati menyampaikan ucapan terima kasih karena seluruh calon tenaga kerja telah dicover langsung oleh BPJS Ketenagakerjaan. “Jangan sampai nanti di dalam waktu 12 hari kerja ada hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat tidak tercover dan terjamin keselamatan kerjanya,” tegas Bupati.
Program padat karya ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi melalui peningkatan daya beli dan penguatan ekonomi keluarga pekerja. (*)
