“Saya merasa malu kalau Jogja didatangi wisatawan, tapi di kanan kiri jalan masih banyak rumput liar. Trotoar harus bersih, rapi, dan nyaman untuk pejalan kaki,” tegasnya.
Untuk itu, Hasto menyatakan akan terus berupaya memantaskan Kota Yogyakarta agar ketika dikunjungi wisatawan, kota ini benar-benar terlihat bersih, indah, dan tertata. Menurutnya, kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan, Wali Kota Yogyakarta menyebut kegiatan bersih-bersih ini akan dilakukan secara rutin setiap dua minggu sekali. Hal tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Yogyakarta tahun 2026, yakni Jogja Tanpa Rumput.
“Di tahun 2026 ini kami punya program Jogja Tanpa Rumput. Jadi dua minggu sekali saya akan turun langsung menyisir seluruh jalan yang ada di Kota Yogyakarta,” katanya.
Program Jogja Tanpa Rumput ini akan menyasar seluruh wilayah di Kota Yogyakarta, mulai dari jalan utama, lingkungan permukiman, hingga kawasan wisata. Fokus utamanya adalah membersihkan rumput liar, sampah, serta menata fasilitas umum agar lebih ramah bagi masyarakat.
