Menurut Lana, super flu berbeda dengan Covid-19. Dalam virus Influenza A (H3N2) subclade K ini menyerang saluran pernapasan bagian atas dan jarang menimbulkan gangguan berat hingga ke paru-paru, sebagaimana yang terjadi pada Covid-19.
“Super flu tidak sampai menyebabkan kondisi berat seperti ARDS yang membutuhkan ventilator. Jadi masyarakat tidak perlu panik berlebihan, tetapi tetap harus waspada,” tegasnya.
Selain penyakit menular, Lana juga menyoroti meningkatnya tren penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, hingga kasus gagal ginjal yang memerlukan cuci darah. Menurutnya, kondisi tersebut banyak dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat.
“Pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan hidup tidak sehat menjadi faktor utama meningkatnya penyakit-penyakit tersebut,” katanya.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berharap masyarakat tetap tenang namun waspada, serta disiplin menerapkan PHBS, menjaga asupan gizi seimbang, istirahat cukup, dan berolahraga secara teratur. Bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, serta penderita penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi, diimbau untuk lebih berhati-hati dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala.
