Musim Pancaroba Picu ISPA hingga Super Flu, Dinkes Kota Yogyakarta Imbau Warga Terapkan PHBS

“Yang terpenting adalah tidak panik, tetapi tetap waspada dan bertanggung jawab agar tidak menularkan kepada orang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi, dr. Endang Sri Rahayu, menyampaikan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi dari sisi tata laksana pelayanan kesehatan dan kesiapan logistik. “Kami menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, serta logistik sesuai dengan gejala yang mungkin muncul, seperti demam dan batuk pilek,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan yang dilakukan pada prinsipnya sama seperti saat pandemi Covid-19, yaitu menggunakan masker saat sakit atau berada di kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta membatasi interaksi sosial bagi warga yang sedang sakit.

Selanjutnya, dari sisi pemantauan epidemiologi, Dwi Ana Sulistyani, S.K.M., Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda mengungkapkan, berdasarkan laporan mingguan epidemiologi, tren kasus ISPA di Kota Yogyakarta sempat mengalami peningkatan pada periode September hingga Oktober, terutama pada Minggu Epidemiologi ke-39.

“Kami menerima beberapa laporan klaster di sekolah-sekolah, mulai dari SD hingga SMA, dengan gejala batuk dan pilek yang muncul hampir bersamaan,” ujarnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *