Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2026 Siap Digelar, Usung Tema Toleransi Budaya Kekuatan Bangsa

YOGYAKARTA, Cakram.net – Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) dipastikan kembali diselenggarakan di Kampung Ketandan Kota Yogyakarta, pada 25 Februari hingga 3 Maret 2026. Perayaan Tahun Baru Imlek ini menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang paling dinantikan, tidak hanya oleh warga Yogyakarta, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan PBTY sebagai bagian dari kalender event resmi kota. Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengungkapkan, kegiatan ini memiliki peran strategis sebagai penggerak pariwisata sekaligus ruang perjumpaan budaya yang memperkuat toleransi.

“Tahun ini perayaan Imlek bertepatan dengan bulan Ramadan. Karena itu saya berharap kegiatan ini tetap mengedepankan toleransi beragama. Penyesuaian teknis tentu diperlukan, namun esensi kebersamaan harus tetap terjaga,” jelas Hasto Wardoyo, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Selasa 20 Januari 2026.

Menurut Hasto, PBTY memiliki daya tarik besar dan telah menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu referensi utama perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Indonesia. Ia menyebut, setelah Kota Singkawang, perayaan Cap Go Meh di Yogyakarta menjadi yang terbesar dan teramai di Indonesia.

“Ini harus kita pertahankan. Imlek dan Cap Go Meh di Jogja sudah menjadi magnet wisata. Akses yang semakin mudah membuat orang senang datang ke Yogyakarta,” tambahnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *