Selama proses revitalisasi Pasar Terban berlangsung, Nanik terpaksa berjualan di shelter sementara yang berada di kawasan Jalan Babaran. Namun, ia mengaku kondisi tersebut berdampak pada penurunan omzet penjualannya.
Oleh karena itu, dengan selesainya revitalisasi dan rencana operasional pasar pada 10 Januari mendatang, Nanik berharap pendapatannya bisa kembali normal, bahkan meningkat dibandingkan sebelumnya. Ia pun berencana mulai memindahkan seluruh barang dagangannya dari shelter sementara ke Pasar Terban pada Rabu dan Kamis (7–8 Januari 2026).
“Saya pilih besok dan lusa supaya tidak tergesa-gesa, jadi lebih santai saat memindahkan barang-barang,” ujarnya.
Di Pasar Terban, Nanik akan menempati kios nomor 134 yang berada di lantai satu. Ia menilai kios tersebut jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya. “Kiosnya lebih bersih, rapi, dan enak buat jualan,” ungkapnya.
Respons positif juga datang dari pedagang lainnya, Tutik, yang pada hari yang sama turut mengecek kios miliknya di Pasar Terban. Tutik merupakan pedagang jajanan pasar yang telah lama berjualan di kawasan tersebut.
