Selain itu ,di bulan Februari hingga Maret ini ada bantuan dari Perum Bulog yang akan menyasar 25.000 penerima masing-masing berupa minyak goreng 4 liter dan beras 20 kilogram. “Dengan cara-cara seperti ini kita mengendalikan harga supaya masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Ditambahkan, validitas data stok pangan yang akurat menjadi kunci dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam realisasi kerja sama antar daerah (KAD) intraprovinsi. “Memang kami kemudian perlu tambah lagi kerja sama antardaerah, tidak hanya di dalam DIY saya tapi juga ke daerah terdekat seperti Magelang misalnya untuk komoditas cabai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY Januari 2026 mengalami deflasi sebesar 0,16 persen (mtm) dan inflasi tahunan sebesar 3,30 persen (yoy).
“Meski secara umum terkendali, ada potensi tekanan inflasi pada sejumlah komoditas pangan strategis menjelang Ramadan dan Idulfitri, khususnya bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Ketidakstabilan harga pangan dipengaruhi fluktuasi produksi lokal, ketidakpastian global, serta dinamika perubahan cuaca,” terangnya.
Ia menekankan pentingnya stabilisasi melalui penguatan cadangan pangan serta kebijakan tarif dan tata niaga. Pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah juga perlu berbasis prinsip tepat lokasi, tepat waktu, dan tepat sasaran.
