SEMARANG, Cakram.net – Guna menjaga kondusivitas wilayah, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas aksi premanisme yang dilakukan oleh siapapun, termasuk petugas debt collector. Hal itu disampaikan Luthfi menanggapi aksi penghadangan mobil oleh debt collector, yang sempat viral di Semarang beberapa waktu lalu.
“Penegakan hukum itu perlu untuk memberikan efek jera, agar kenyamanan dan keamanan di wilayah kita bisa terjamin, termasuk di titik-titik yang kemarin sempat terjadi persoalan,” kata Luthfi, dilansir dari jatengprov.go.id, Jumat 27 Februari 2026.
Dia menekankan, Jawa Tengah harus mampu menghadirkan rasa aman dan kepastian hukum, karena hal tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas sosial dan iklim investasi. “Kalau aspek penegakan hukum terpenuhi dan wilayahnya aman dari premanisme, tentu akan menarik,” ujar gubernur.
Menurut Luthfi, praktik intimidasi atau tindakan melawan hukum dalam penagihan utang, tidak boleh dibiarkan berkembang. “Premanisme dan tindakan-tindakan yang meresahkan, harus kita hilangkan. Wilayah kita harus aman dan nyaman,” tegasnya.
Luthfi juga mengingatkan, agar membangun komunikasi publik dengan baik, untuk mencegah konflik antara masyarakat dan pihak pembiayaan. Dia mengimbau masyarakat tetap tertib memenuhi kewajiban, sekaligus membuka ruang komunikasi apabila menghadapi kesulitan.
