Sesi dialog berlangsung hangat dan produktif. Sejumlah perwakilan lansia memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan kebutuhan riil di lapangan.
Mohtadi, warga Kampung Dukuh, mengusulkan agar pemerintah memperluas layanan transportasi publik. “Harapannya ada angkutan gratis untuk lansia, sebagaimana yang sudah dinikmati para pelajar saat ini, agar mobilitas kami lebih mudah,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Cipto dari Perumahan Depkes menyoroti pentingnya aksesibilitas fisik di ruang publik. Ia meminta pemerintah lebih memperhatikan fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman bagi warga usia senja.
Di sisi pemberdayaan, Etalia Lastri dari Kelurahan Panjang memberikan catatan mengenai pelatihan keterampilan. Meski mengapresiasi program yang ada, ia berharap lansia yang masih produktif tetap diberikan ruang untuk berkarya, seperti dalam kerajinan membatik. “Mohon peserta pelatihan tetap dievaluasi secara perorangan agar tepat sasaran, karena masih banyak lansia yang produktif dan ingin berkontribusi,” pungkas Etalia. (*)
