Sementara untuk jangka panjang, dibutuhkan pembangunan kolam tambat labuh agar kapal tidak bergantung pada alur sungai. “Selama belum ada kolam tambat labuh, ya pendangkalan akan terus ada,” imbuhnya.
Ia juga menilai efektivitas pengerukan dengan alat yang ada saat ini masih terbatas. Dislutkan Batang telah berupaya meminta bantuan peralatan dari daerah lain, termasuk Pekalongan, meski wilayah tersebut menghadapi persoalan serupa. “Kalau dibilang efektif ya sebenarnya tidak efektif. Kita berharap ada penambahan alat,” harapnya.
Akibat pendangkalan yang cukup parah, sebagian aktivitas kapal untuk sementara dialihkan ke pelabuhan niaga milik pemerintah provinsi. Kehidupan harus tetap berjalan. Jadi sementara kita alihkan ke pelabuhan niaga. Itu pun sifatnya diskresi dan insidentil,” ujarnya.
“Pemerintah berharap, cuaca segera membaik sehingga proses pengerukan dapat kembali optimal dan akses nelayan menjadi lebih lancar,” ujar dia. (*)
