Sementara itu, Kepala BNNP Jateng, Toton Rasyid menyampaikan apresiasi, atas dukungan Pemprov Jateng dalam upaya-upaya pemberantasan narkoba. “Ke depan, kami berharap terus mendapatkan dukungan, termasuk untuk penguatan fasilitas rehabilitasi rawat inap,” ujarnya.
Toton menuturkan, saat ini fasilitas rumah sakit untuk rehabilitasi masih terbatas, rata-rata hanya tersedia sekitar 10 tempat tidur. Setiap tahun BNNP Jateng rata-rata hanya mampu merehabilitasi sekitar 500 orang. Dia berharap, hal itu bisa ditingkatkan.
Saat ini, lanjut dia, baru sembilan kabupaten/ kota di Jateng yang memiliki BNNK. Ke depan, pihaknya membuka opsi penguatan berbasis zonasi, untuk memaksimalkan pencegahan.
Audiensi tersebut juga membahas pentingnya kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi narkoba sebagai extraordinary crime. (*)
