Untuk itu, Pemkot Semarang akan melakukan proses revitalisasi saluran terutama di wilayah yang kerap dilalui bus listrik. Agustina menyebut wilayah tengah kota yang paling parah jika banjir terjdi adalah kawasan Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Ahmad Dahlan. “
Jika ada genangan banjir maka kita akan lakukan proses revitalisasi saluran di manapun berada terutama wilayah yang beririsan dari Mangkang sampai Pedurungan. Yang paling parah di mana air surut susah itu Simpang Lima tahun ini kita selesaikan, lalu sepanjang Ahmad Yani, Ahmad Dahlan, Gajahmada kita bereskan,” tuturnya.
Ia meyakini jika semua saluran sudah direvitalisasi dan mampu diselesaikan maka banjir di kota Semarang mampu dikendalikan dan bus listrik akan bisa berjalan dengan lancar.
“Saya mohon maaf kepada masyarakat ketika akan memperbaiki saluran itu pasti ada pihak yang terganggu karena kadang saluran di atasnya ada bangunan permanen tapi ini untuk menyelesaikan proses pengendalian banjir. Jika Simpang Lima bisa dikendalikan maka bis listrik akan lancar,” pungkasnya. (*)
