Berkah Ramadan, Pesanan Kaligrafi di Temanggung Melonjak 40 Persen

Konsumen tidak hanya berasal dari Temanggung, tetapi juga dari sejumlah daerah lain, seperti Wonosobo, Magelang, Semarang, hingga Yogyakarta. Lokasi usaha yang berada di jalur lintas antar daerah turut mendukung peningkatan penjualan.

Dalam proses pembuatannya, Eko menggunakan teknik lem bakar dan cutting. Pengerjaan diawali dengan membuat mal, kemudian tulisan ayat ditebalkan menggunakan lem bakar. Setelah kering, kaligrafi diberi pewarna sesuai pesanan menggunakan prada foil, seperti emas atau perak, dilanjutkan proses pembersihan dan pemasangan bingkai.

Untuk desain sederhana, pengerjaan dapat diselesaikan sekitar satu jam. Namun, untuk kaligrafi dengan detail rumit, seperti Surah Yasin, waktu pengerjaan membutuhkan durasi lebih lama. “Menjelang Lebaran ini permintaan lumayan ramai. Bisa sampai 10 kotak kaligrafi terjual,” terangnya.

Mayoritas pembeli menggunakan kaligrafi sebagai dekorasi dinding rumah. Salah satu pembeli, Muhtadi, mengaku membeli kaligrafi Ayat 1.000 Dinar berukuran 140×200 sentimeter untuk mempercantik rumahnya menjelang Lebaran.

“Ini untuk persiapan hiasan rumah, karena sudah mendekati Lebaran. Saya pilih di sini, karena pilihannya banyak, kualitasnya bagus, dan harganya terjangkau,” ujarnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *