Bukan Sekadar Taman, RTH Jadi Tempat Bermain Anak dan Pusat Interaksi Sosial

Selain menjadi ruang edukasi lingkungan, RTH juga difungsikan sebagai ruang bermain anak, tempat interaksi sosial, hingga lokasi penyelenggaraan kegiatan masyarakat. “Biar anak-anak bisa tumbuh kembang dengan sehat. Kalau di rumahnya sempit, mereka bisa berlarian di RTH dengan udara yang lebih segar,” katanya.

Secara ekologis, vegetasi di RTH berperan menyerap cemaran udara, menghasilkan oksigen, serta meningkatkan daya resap air hujan di kawasan perkotaan yang padat.

Saat ini, proporsi RTH Kota Yogyakarta tercatat 23,351 persen, terdiri dari 8,063 persen RTH publik dan 15,288 persen RTH privat. Untuk mendekati target ideal 30 persen, Pemkot terus mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada serta kolaborasi dengan sektor privat. “Semua harus jalan. Kalau tidak kolaborasi, sangat sulit untuk mencapai 30 persen itu,” tambah Rina.

Sejalan dengan itu Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, menegaskan RTH publik harus memiliki fungsi terintegrasi.

“RTH publik harus punya fungsi lingkungan, sosial, dan juga ekonomi. Anak-anak mendapatkan haknya untuk bermain, warga punya tempat rekreasi dan bertemu, UMKM bisa ada ruang, dan bisa dimanfaatkan untuk Unit Pupuk Organik (UPO),” tegasnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *