Harga Gabah Tinggi, Stok Beras di Jawa Tengah Surplus 900 Ribu Ton

Muniati mengungkapkan, momentum puncak panen diperkirakan berlangsung pada Maret–April. Bulan-bulan tersebut menjadi periode krusial untuk percepatan serapan.

“Rata-rata serapan saat ini sekitar 3.000 ton per hari. Untuk mencapai target tahunan, diperlukan percepatan hingga sekitar 3.900 ton per hari,” ujarnya.

Artinya, kata dia, masih diperlukan penguatan serapan sekitar 900 ton per hari, agar target pengadaan 2026 dapat tercapai atau bahkan terlampaui. Karenanya, Bulog juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, agar pelaku industri pengolahan padi yang belum menjadi Mitra Pengadaan Pangan (MPP), dapat berkontribusi minimal 10 persen dari kapasitas produksinya, untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Selain beras, terang Muniati, Bulog Jateng mendapat penugasan menyerap jagung pipil kering untuk Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dengan target 73.776 ton pada 2026. Hingga 1 Maret 2026, realisasi serapan jagung mencapai 5.230,85 ton atau 7,09 persen dari target tahunan.

Di sisi komoditas minyak goreng rakyat, Bulog mencatat realisasi penerimaan Minyakita sebesar 6.099.616 liter, atau 90,06 persen dari rencana pengadaan 6.772.540 liter. Sementara posisi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Jawa Tengah per 1 Maret 2026, tercatat sebesar 344.312 ton setara beras. Selain itu, tersedia jagung pipil kering 8.103 ton, dan stok minyak goreng total 3.530.273 liter.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *