Jateng Bersiap Sambut 17 Juta Pemudik, Stok Beras Surplus 1,5 Juta Ton

“Pemantauan sudah dilakukan kira-kira seminggu yang lalu. Fokusnya masih ke beras. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pantauan Satgas, harga beras sampai hari jni tidak ada yang bergejolak,” imbuhnya.

Meski demikian, Dyah tidak memungkiri adanya komoditas lain yang mengalami gejolak harga, seperti harga cabai. Pengecekan di beberapa lokasi, ditemukan harga cabai saat ini kondisinya masih tinggi atau di atas harga acuan pemerintah (HAP). Makanya, intervensi langsung dilakukan Pemprov Jateng.

“Kami sudah lakukan program penyaluran subsidi harga untuk cabai melalui penugasan ke BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB). Kira-kira sekitar tiga ton. Nanti akan kami lanjutkan dengan melihat kondisi harga cabai, daerah mana yang masih tinggi. Sejauh ini memang cabai dan daging sapi yang agak naik harganya,” papar Dyah.

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, Jawa Tengah merupakan sentral arus mudik dan balik lebaran. Tahun ini diperkirakan ada 17 juta pemudik ke Jawa Tengah, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut tentu saja akan berdampak pada bertambahnya kebutuhan pangan, sehingga harus diantisipasi sejak awal.

Dia meminta agar operasi pasar terus dilakukan. Jateng Agro Berdikari (JTAB) juga diminta untuk segera mengambil tindakan, ketika di lapangan ditemukan adanya kekurangan stok pangan atau ada permainan harga. Keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan, harus menjadi yang utama.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *