Sementara, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), P. Hadi Wijaya mengungkapkan, hasil pemantauan terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas Gunung Slamet.
“Terjadi kenaikan suhu kawah dari sebelumnya sekitar 280 derajat Celsius, kini mencapai hingga 460 derajat. Selain itu, aktivitas kegempaan, khususnya gempa frekuensi rendah, juga meningkat yang mengindikasikan pergerakan magma ke permukaan,” jelasnya.
Menurut Hadi, kondisi tersebut menuntut kewaspadaan bersama. PVMBG pun telah meningkatkan radius bahaya dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah, meskipun status gunung masih berada pada Level II (Waspada).
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Setiap perkembangan aktivitas akan terus kami evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan peningkatan status,” tegasnya.
Sosialisasi itu dihadiri BPBD dari lima kabupaten yang berada di kawasan Gunung Slamet. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan, memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi potensi erupsi.
